Mereka lah, Malaikat Terindahku ({})

Bulan Februari adalah bulan kasih sayang bagi setiap orang. Bulan yang aku tunggu-tunggu juga di setiap tahunnya. Dimana pada bulan ini, kasih sayang yang sempat hilang kembali menghangati kehidupanku lagi. Jadi teringat pada kisah lalu yang diceritakan orang. Terdapat 2 malaikat yang diamanahkan oleh yang Maha Pencipta, Allah SWT., untuk menjaga titipan-Nya. Alangkah bahagianya mereka, menerima amanah itu dengan penuh suka cita. Setiap saat tanpa lelah dan mengeluh dengan ikhlas melaksanakan amanah tersebut.
Tidak terasa waktu dengan tenangnya bersilih ganti. Hari demi hari membantu memudarkan rasa penat dihati yang sebenarnya tak terbendung lagi. Hingga bulan pun ikut mengiringi perjuangan 2 malaikat tersebut dalam menjaga titipan-Nya yang amat sangat berharga. Sampai pada akhirnya, kebahagiaan mereka berlanjut dan akan menggantikan harapan yang selama ini telah ditunggu-ditunggu. Allah SWT ., akan mempercayakan kepada mereka untuk menjadikan titipan tersebut menjadi ciptaan yang sempurna di hadapan-Nya kelak serta menjadi kesayangan bagi semua makhluk ciptaan-Nya, Amin Ya Rabbal’alamiin.
Sehingga, tibalah akhirnya, harapan 2 malaikat tersebut menjadi kenyataan. Titipan yang selama 9 bulan lamanya diamanahkan kepada mereka, telah menjadi malaikat kecil yang mewarnai kehidupan mereka. Hadiah terindah dari Allah SWT., yang tak pernah ternilai harganya dari hasil perjuangan selama menjaga sampai menghadirkan titipan tersebut ke dunia ini.
Tepat, 9 Februari 1996 lalu, malaikat kecil itu adalah Aku. Aku dilahirkan ditengah orang-orang yang sangat sayang kepadaku. Selama ini, 2 malaikat yang Aku panggil dengan sebutan Bapak dan Ibu adalah malaikat terindah yang Allah SWT percayakan untuk menjadikan Aku sebagai insan yang Allah SWT harapkan. Tidak pernah sedikitpun mereka menyia-nyiakan amanah dari-Nya.
Mereka lah, Malaikat Terindahku …
Sampai pada tanggal 9 Februari 2017 kemarin, bahkan detik ini, tanpa rasa bosan dan capek, mereka masih menyadarkanku dari kesalahan dan kekhilafan. Kasih sayang yang tulus dari Malaikat Terindahku tidak akan pernah putus sampai kapanpun, walau Aku pernah dan sering melukai perasaan di hati kecil mereka, Aku yakin itu.
Aku tahu, kata maaf saja tidak akan pernah cukup untuk mengobati luka terdalam yang pernah Aku perbuat kepada mereka. Ucapan terima kasih bahkan dengan pemberian apapun yang sangat bernilai harganya juga tidak akan pernah cukup untuk membalas semua pengorbanan mereka terhadapku. Namun, Aku yakin Ya Allah, Engkau Yang Maha Segalanya dan Maha Penyayang, mohon dengan sangat untuk lebih mencintai dan menyayangi Malaikat Terindahku setiap kali Aku ataupun oranglain melukai perasaannya, apalagi hingga membuat air mata membasahi pipi mereka dengan percuma.
Aku bukanlah seseorang yang pandai merangkai kata-kata indah bagai pujangga. Aku juga tidak mudah untuk mengungkapkan perasaan yang sedang aku pendam kepada seseorang yang aku rasakan. Melalui pesan inilah, aku mampu mengungkapkan semua yang aku rasakan kepada orang yang aku sayang. Melalui pesan ini juga aku menitipkan harapan terbaikku di tahun ini terkhusus untuk Malaikat Terindahku, Bapak dan Ibu.
“Ya Allah, jagalah Malaikat Terindahku dimanapun mereka berada. Jauhkan mereka dari marabahaya dan dari godaan syaithon yang terkutuk. Jadikanlah setiap langkah kakinya menjadi suatu ibadah yang Engkau ridhoi. Panjangkanlah umurnya, sehatkan jasmani dan rohaninya agar mereka bisa menemani Aku dan adik-adikku sampai bisa membanggakan mereka kelak. Serta berikanlah kesabaran yang lebih kepada Malaikat Terindahku selama mendidik dan menjadikan Aku seperti yang Engkau harapkan, termasuk adik-adikku. Apapun yang terbaik untuk Malaikat Terindahku, semoga Engkau kabulkan Ya Allah, Amin Ya Rabbal’alamiin.”
“Untuk Malaikat Terindahku, jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan anak-anakmu tentang kebaikan dan kebenaran. Jangan pernah berhenti mendoakan kami untuk menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya dan pastinya menjadi harapan kalian, oranglain dan Allah SWT. Jagalah kesehatan kalian. Tetaplah bersama kami, menemani hari-hari kami dan menerangi setiap langkah hidup kami yang mulai redup sampai kapanpun hingga ajal yang mampu memisahkan kebersamaan kita. Segala doa dan harapan terbaik untukmu, Malaikat Terindahku. Cinta dan kasih sayang dari anak-anakmu tidak akan pernah putus selamanya, Amin Ya Rabbal’alamiin.”
Mereka lah, Malaikat Terindahku
({}) :* :* :* :’) :’) :’)
Batam, 10 Februari 2017
In memories on February 9, 2017

Continue reading “Mereka lah, Malaikat Terindahku ({})”

Advertisements